Bab 2362 Neraka

“Namun sekarang di mana kita bisa menemukan kunci dengan bentuk seperti itu?”

Dave terdiam sejenak, mereka tidak memiliki kunci sama sekali dan tidak tahu di mana kunci itu berada, ke mana mereka harus mencarinya?”

Jika tidak memiliki kunci, sepertinya mereka tidak akan bisa masuk ke dalam!

“Tuan Dave, kerangka tulang itu sepertinya sangat familier dengan tempat ini, mungkin saja dia tahu di mana kuncinya berada, kamu bisa menanyakannya pada dia…”

Peramal Jitu mengingatkan!

Dave baru teringat pada kerangka tulang, namun saat ini kerangka tulang sudah kehilangan kilaunya dan tidak terdengar lagi jawaban atas teriakannya, Dave tidak tahu apakah pemilik dari kerangka tulang itu masih ada di sana atau tidak!

Namun Dave tetap mengeluarkan kerangka tulang dari dalam Cincin Penyimpanan, dan saat Dave mengeluarkan kerangka tulang itu dia seketika tercengang, dia menemukan bahwa kerangka tulang yang awalnya transparan seperti kristal yang berkilau kini sudah menjadi hitam pekat!

Dan di bagian atas kerangka tulang itu terdapat sebuah pola berbentuk bunga plum yang berkelip dengan cahaya, cahaya ini sangat mencolok dengan kerangka tulang yang gelap gulita itu!

“Ini…”

Dave melihat kerangka tulang di tangannya dan seketika tercengang!

“Tuan Dave, apakah kuncinya merupakan kerangka tulang di tanganmu ini?”

Peramal Jitu yang melihat hal itu langsung berkata dengan kaget.

“Mungkin…”

membawa kerangka tulang itu dan mendekat ke pola lekukan di pintu gerbang.

langsung menyedot kerangka tulang itu ke ata kemudian

gerbang setinggi belasan meter itu terbuka dan

membuka pintu gerbang ini, bukankah tempat ini dibuat oleh pemilik kerangka tulang itu?

yang sebenarnya

apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini dan siapa sebenarnya pemilik kerangka tulang

Dave, cepat lihat…”

1/3

Bab 2362 Neraka

kaget dan menyadarkan

terbuka ternyata ada sebuah lembah di belakangnya dan ada banyak mayat serta tulang belulang yang berserakan di

beberapa

gunung juga terdapat sejumlah besar tulang belulang yang berserakan, serta serpihan-serpihan

pemandangan di sekelilingnya, namun suasana malam yang berkabut ditambah

tulang putih di sini, pautas saja

berkata

dia hanya berjalan masuk perlahan-lahan dan semua orang langsung. mengikutinya berjalan

dan kerumunan yang masuk ke sini

“Wa wa wa….”

beberapa ekor burung gagak yang

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255