Bab 2125 Taruhan

Pada saat itu, yang muncul di benak Willy adalah sosok Lorenzo…

Dia pernah mendengar mengenai kejadian itu, pada saat itu, Lorenzo yang berusia enam belas tahun menumpahkan darah keluarga Moore dalam semalam dan membunuh semua orang yang menghalangi jalannya.

Pakaian putihnya menjadi merah, dan pupil matanya bersinar merah.

Sambil menginjaki darah keluarga Moore, dia melangkah naik ke posisi pemegang kekuasaan Grup Moore, barulah dia memiliki kuasa dan kekuatan yang begitu luar biasa hari ini!!!

Suatu hari nanti, dia juga akan seperti itu.

“Tok, tok….”

Pada saat itu, tiba–tiba terdengar suara ketukan di pintu dari luar, pengawal dengan cemas melaporkan, “Pangeran, Pak Franky datang.”

“Persilakan dia masuk,” jawab Willy.

“Tapi….” Pengawal tersebut tidak berani berbicara.

“Bicaralah.” Perintah Willy.

“Pak Franky membawa sekelompok tentara dan berkata ingin mengundangmu pergi ke istana.” Pengawal berkata dengan cemas, “Mereka sudah masuk.”

“Keterlaluan.” Robin panik, “Apa mereka ingin mencoba menangkap Pangeran?”

“Mungkin begitu.” Willy sedikit tersenyum, “Jangan gugup, aku hanya akan tinggal bersama kakekku untuk sementara, aku akan segera kembali.”

“Pangeran

sampai kamu mendengar kabar tentang pernikahannya dengan L, baru kamu beri tahu

Robin mengangguk dengan mata merah.

isyarat, kemudian

menunggu di pintu bersama sekelompok tentara, mereka tidak menerobos

kenapa Anda berbuat demikian?” Franky merasa bersimpati pada Willy dan membujuk dengan suara rendah, “Kalau Anda melawan

1

hasil yang baik

mengkhianati temanku.” Willy sedikit

Franky menghela

tentara maju dan hendak memborgol

rendah, “Apa yang

Yang Mulia….

adalah mengundang Pangeran Willy untuk tinggal di istana untuk sementara. Apa maksud kalian melakukan ini?” Franky berteriak dengan marah, “Tangan Pangeran tidak bertenaga, dan kedua kakinya tidak dapat berjalan sendiri. Apa

“Baik.”

tentara itu menundukkan kepala dan memberi hormat, lalu mendorong

keluar.

“Pangeran….”

dan mengejar keluar. Suara Robin tercekat beberapa kali dan dia berlutut untuk memohon pada Franky, “Pak Franky, aku mohon padamu untuk menjaga Pangeran dengan baik,

aku tahu.”

memberinya pandangan meyakinkan, lalu berbalik dan

mobil dan terus menundukkan kepalanya

basah, rambutnya juga basah dan wajahnya agak pucat.

melaju perlahan

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255