Bab 1807 Tangkap satu lagi

5 mutiara

Saat itu, pria berpakaian hitam yang celuritnya terlempar tampak tercengang. Ergon melangkah maju dan menarik kerah pakaiannya lalu mengangkatnya!

Tidak peduli sekeras apa pria berpakaian hitam itu meronta, dia tidak bisa melepaskan diri dan tercengang!

Bruak…

Ergon melemparkan pria berpakaian hitam itu ke hadapan Dave dan menginjak tubuh pria berpakaian hitam itu!

Pria berpakaian hitam itu menatap Dave yang ada di depannya, tatapannya terlihat sedikit takut!

“Saya tanya padamu, kenapa kalian menghalangi kami? Apakah kalian sudah menemukan reruntuhan kuno?”

Dave bertanya pada pria berpakaian hitam itu.

Meskipun pria berpakaian hitam itu ketakutan tapi dia tetap tidak mengatakan apa pun dan menggertakkan giginya dengan erat!

Sepertinya dia berniat melawan hingga akhir!

Dave melihat pria berpakaian hitam yang begitu keras kepala tersenyum sinis, lalu menggambar asal–asalan di udara dengan jari–jarinya.

“Jimat pemakan hati…’

Titik–titik cahaya muncul di udara lalu titik–titik cahaya itu masuk ke dalam tubuh pria berpakaian hitam tersebut.

Kenari merasa cemburu saat melihat Dave menggambar jimat secara asal–asalan di udara sebagai permukaannya!

“Ah..”

pria berpakaian hitam itu mulai berteriak kesakitan dan seluruh tubuhnya

tidak terhitung jumlahnya sedang merayap di dalam tubuhnya dan menggefogoti organ

bicara,

bisa menahan siksaan, namun saat hendak membuka mulutnya kepalanya tiba–tiba

1/3

11:36 Mon, 18

Tangkap satu

5 mutiara

pria berkepala hitam yang tiba–tiba

keningnya: “Sialan, ternyata

juga suka memasang kutukan, pada kepala pengikutnya, untuk mencegah

“Ergon, tangkap sau lagi..

Kata Dave.

mengangguk lalu sosoknya segera

menghampiri dan berputar di kerumunan, diikuti dengan seorang pria berpakaian hitam yang diangkat

belasan pria berpakaian hitam itu hanya tersisa beberapa orang yang sedang bertarung dengan

anak ayam oleh orang lain tapi mereka sama sekali tidak

mata pria berpakaian hitam

itu, sebuah kekuatan spiritual seketika masuk ke dalam dan mematahkan kutukan yang tertanam pada pria berpakaian lutam itu dalam

“Siapa kalian? Kenapa kalian menghalangi kami?

Sekre Dewa Pembara Langit, kami merupakan bawahan Imam Kedua dan sekarang kami harus

kami sudah menemukan reruntuhan kuno itu dan kami

merasa cemas di dalam

sudah menetap di dalam sana selama beberapa bulan, apa lagi harta karun yang masih tersisa di dalam

di dalam reruntuhan selama

tidak mengerti, jika mereka sudah mengosongkan reruntuhan itu kenapa mereka

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255