Bab 1144 Memikirkan Dia

Rendra membungkuk dan mencium bibirnya yang berwarna merah delima. Jadilah gadis baik dan tidur lebih dulu.

Raisa menginginkan lebih, jadi dia merangkul leher Rendra dan menciumnya. Napas Rendra tercekat di tenggorokannya. Setiap kali Raisa mengambil langkah pertama, dia merasa seperti sedang diuji habishabisan.

Raisa merasa sedikit malu setelah ciuman itu, tetapi hatinya dipenuhi rasa sayang ketika dia melihat mata Rendra yang penuh kasih. Jangan begadang untuk bekerja hingga terlalu larut, atau saya akan kesal.”

Tidak akan,Rendra berjanji.

Setelah mengantarnya pergi. Raisa menyadari bahwa dia belum mengantuk, jadi dia lanjut membaca berita. Dulu dia tidak tertarik dengan peristiwa terkini, tetapi sekarang, dia mempelajari setiap artikel dengan cermat.

Begitu Rendra kembali ke ruang kerjanya, ponselnya mulai berdering, Ya?

Pak, saya baru tahu bahwa Valencia Permadi bertemu dengan Oki Gumilang secara pribadi.” Emir yang menelepon.

Kening Rendra berkerut kencang. Dia marah dengan cara Valencia membalas dendam setelah ditolak. Bagaimanapun juga, jika ada yang mencoba menyakiti wanita yang dicintainya, dia tidak akan pernah membiarkan mereka lolos begitu saja.

Pagi datang.

Emir, yang sedang duduk di sofa di luar ruangan. Ketika Emir melihatnya, dia dengan cepat mengeluarkan suara ‘ssst‘ dan Raisa pun memelankan suara langkah kakinya. Setelah duduk di

jam tiga pagi, jadi bagus kalau dia bisa tidur lebih lama,” gumam Emir.

begitu banyak yang

juga akan dilaksanakan di bulan Mei. Pak Rendra akan sibuk hanya dengan salah satu dari kedua hal itu, apalagi keduanya sekaligus.” Emir menghela napas. Dia juga memiliki banyak hal

Rendra. Dia seharusnya menemani Rendra, namun sepertinya dia malah membuang waktu

akan pulang hari ini. Saya tidak ingin mengganggunya,” Raisa memutuskan.

sini, Pak Rendra tidak

untuk halhal lain.

sedikit merah muda saat dia berkata dengan malu–malu, “Ini bukan seperti dia menghabiskan sepanjang hari

berarti dia harus menghabiskan seluruh waktu luangnya untuk memikirkanmu?” Emir bertanya sambil tersenyum.

dia pasti mengenalnya dengan sangat

berutang banyak pada Rendra. Dia telah disibukkan dengan pria lain sebelum kembali ke negara itu dan baru mulai memikirkan Rendra lagi setelah pria itu menyatakan

sekarang! Raisa berpikir sambil tersenyum saat pintu kamar tidur utama terbuka. Rendra keluar dengan berpakaian rapi dan siap bekerja. Dia tampak sangat rapi dan benar–benar memesona dalam balutan setelan. hitamnya yang terdiri dari

yang sedang mengobrol di sofa di samping pintunya. Matanya menyipit. dan berkilat saat dia menatap wanita yang masih mengenakan piyama selagi

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255