Bab 1215 Cantikkah Saya?

Senyum Bianca segera sirna. Dia menggigit bibirnya menyaksikan kepergian mereka, merasa sangat cemburu.

Dia memandangi laki–laki itu lagi. Lathan berdeham untuk menarik perhatiannya. “Biarkan saja, Bianca. Kita makan saja.”

Tepat ketika itu, seorang pelayan datang menyajikan makanan, tetapi Bianca tidak berselera. Hanya membayangkan Nando dan Qiara bermesraan dalam ruang itu telah membuat suasana hatinya hancur seketika. Pikirnya merebut Lathan dari Qiara akan membuatnya menderita, tetapi. Qiara justru mendapat kekasih yang jauh lebih baik.

“Sini, buka mulutmu.” Lathan berusaha menghibur Bianca.

“Rasanya tidak enak!” ucapnya lalu mengalihkan wajahnya.

Di sisi lain, Qiara merasa lega seketika pindah ke ruang privat itu. Akhirnya, tempat yang tenang dan damai, pikirnya. Dia baru saja hendak mengambil air ketika Nando bertanya dingin, “Jadi, kamu tidak akan tinggal di rumah saya lagi?”

Qiara berkedip dan mengangguk. “Ibu meminta saya untuk pulang. Saya tidak ingin membuat mereka khawatir, jadi malam ini saya pulang.”

“Bagus. Lagi pula saya juga tidak menginginkanmu di rumah saya,” ucapnya dengan angkuh.

tersenyum. “Bagus, kalau begitu. Tidak akan ada yang mencuri camilanmu lagi.” Bagaimanapun juga, sungguh menggemaskan

apakah kamu masih akan datang untuk bekerja?” Nando menyipitkan mata. Dia telah kembali

ingat? Tidak mungkin saya melepaskan begitu saja kesempatan emas ini.” Dia tidak pernah terpikir untuk berhenti bekerja.

jangan terlambat,” ucap

“Camilanmu kira–kira harganya delapan juta, pakaian yang kamu berikan seharga tiga juta, dan semua makanan yang kamu belikan untuk saya harganya sama. Jadi,

menghabiskan uang laki–laki ini saat ini, maka harus

sejauh ini? Apakah

jawabnya. “Kamu tidak

Saya harus mengembalikannya,” jawab Qiara

“Tidak, tidak perlu.”

“Ya, harus.”

“Tidak, tidak usah.”

dan pasti akan saya

begitu, saya tidak akan

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255