Bab 1287 

Ketiga anak mengelilingi Tracy dan berbicara tak berhenti. 

Tracy melihat anak–anak yang penuh penantian, ia tak tega menolaknya. Tetapi ia juga tak ingin semudah itu govah. la takut ia akan bersikap lunak pada Daniel. Jika hubungan mereka kembali lagi, kedepannya akan ada setumpuk masalah yang harus dihadapi…. 

Sekarang menjalin hubungan dengan tenang dan menjaga jarak, sebenarnya begini juga sudah sangat baik. 

Ketika mengingat ini, Tracy mencari alasan dan mengalihkan topik, “Carlos, Carles, Carla, ini adalah tempat yang ditinggali Kakek dulu. 

Mami dan Nenek pernah tinggal di sini. Di dalam rumah ada banyak foto kakek, Nenek Juni dan juga mami. Kalian bisa melihatnya.” 

“Benarkah?” Anak–anak sangat penasaran begitu mendengarnya. Mereka lekas menarik Tracy, “Mami cepat tunjukkan pada kami.” 

“Mami mau keluar sebentar, malaman baru pulang.” Tracy sekalian berkata, “Hari ini kalian tinggal di sini temani Tini, Wini, Biti. Lalu, besok Mami akan menemani kalian, oke?” 

“Tapi….” Ketiga anak memandang ke arah Daniel. 

“Papi sudah setuju, membiarkan kalian di sini selama akhir pekan. Besok malam baru pulang.” ucap Tracy sambil tersenyum. 

“Benarkah? Bagus kalau begitu.” Anak–anak bersorak gembira. 

membelai kepala mereka bertiga, “Sekarang Mami mau pergi mengunjungi Tabib Hansen,

“Baik–” 

menjawab dengan kompak.

Mereka juga sangat

lalu 

bahagia, hatinya juga menjadi tenang. Ia meminta Paula dan yang lainnya melindungi

mobilku saja.” Daniel mengundangnya, “Tabib Hansen suka ketenangan, tidak usah membawa banyak

merasa ucapannya masuk akal. Ia

sopir, Naomi duduk di sebelahnya.

dan Tracy. Mereka berempat berangkat menggunakan satu

dikelilingi oleh gerbang besi, bahkan seekor burung pipit pun tak bisa

pohon lebat menghalangi matahari. Sedikit demi sedikit bersinar, ini membentuk pola yang indah di atas

di dalam mobil sangat hening, tidak ada yang saling bicara.

dari Naomi. Ia dan Hartono berbeda, Hartono masih muda dan masih bersemangat, ia

orang ini jelas–jelas saling punya perasaan, tetapi tidak ada yang

tidak saling bicara. Meskipun banyak hal yang ingin dibicarakan, tetapi di saat ini, mereka memilih untuk diam.

“Kring, kring!” 

dering telepon membuyarkan

menggunakan bluetooth speaker mobil,

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255