Bab 67

Si gemuk Boy berkata dengan suara bergetar, “Tuan Lee, bagai…. bagaimana kalau kau datang ke rumahku sebentar dan membantuku meneriksanya?”

Reva menggelengkan kepalanya, “Tidak perlu.” 

“Kau berikan tungku pil ini kepadaku dan aku bisa membuatkan obatnya untukmu langsung dari 

sini.” 

Si gemuk Boy terkejut. Apa dia tidak perlu melihat pasiennya? 

Dia segera membawakan tungku pil itu kepada Reva, 

Reva menuliskan resepnya dan meminta Frans untuk membantu mengambilkan obatnya. 

Sementara dia sendiri membersihkan tungku pil ini dengan hati – hati.

Tungku pil seperti ini sudah lama dan seringkali digunakan untuk membuat obat sehingga sudah terkontaminasi dengan berbagai macam pil obat. Jadi tungku ini harus dibersihkan dulu, kalau tidak itu akan mempengaruhi kemanjuran obatnya di kemudian hari. 

Cara membersihkannya bukan dicuci dengan air seperti pada umumnya melainkan dengan cara khusus.

Setelah tungku pil itu dibersihkan oleh Reva, residu obatnya sudah hilang. 

Kebetulan Argan juga sudah menemukan bahan obatnya. 

Di antara beberapa macam herbal ini, kedua obat ini adalah herbal yang relatif langka. 

Untung saja, mereka memiliki segalanya di Gnome sehingga hal ini mudah untuk diselesaikan. 

bahan obat ini menjadi dua kategori. Kemudian dengan waktu yang berbeda, bahan

yang lainnya menyaksikan dengan takjub. Ini adalah pertama kalinya mereka inclihat seseorang meramu dan memurnikan obat.

yang mudah. Dua jam sudah berlalu dan Reva masih juga belum

tubuh si gemuk Boy sudah mulai kambuh dan dia menggaruk

berdiri di

gemuk Boyu gera menghampiri dan berkata dengan suara rendah, “Tuan Lee, apa...

“Ini sangat tidak nyaman!”

uap dari tungku

langsung menyala. Dia segera mencondongkan tubuhnya ke depan dan

cepat si gemuk Boy sudah merasa gatal – gatal

membuat si gemuk Boy semakin kagum kepada Reva.

setengah dewa!” ujar si gemuk Boy

 

bidang medis ini ternyata juga

Boy datang tadi,

Vincent tidak bisa

obat itu

lebih, akhirnya pil obat

ada 30 lebih pil obat yang dihasilkan..

memasukkannya ke dalam sebuah vas porselen. Ini untuk dia simpan

dia berikan semuanya kepada

pil. Setelah

saja yang sembuh tetapi juga bisa menyehatkan

Boy merasa seolah–olah dia baru saja mendapatkan harta karun. Sambil memegang pil

bungsunya tetapi sekarang dia melihat putra bungsunya yang sudah hampir tak bisa

bisa menyelamatkan nyawa

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255