Bab 301 Adik sepupu salah paham

“Baik!” Yansen mengangguk!

Dan pada saat Yansen hendak mencari bengkel untuk memperbaiki mobilnya, dia melihat sebuah Mercedes Benz C Cla** berwarna merah yang sedang mengikuti mereka!

“Tuan Dave, ada masalah…‘

Yansen berkata sambil melirik ke kaca spion.

Dave menoleh ke belakang dari mobilnya lalu bergegas membalikkan kepalanya lagi: “Kemudikan mobil ke tempat yang lebih terpencil, ada terlalu banyak orang di jalan raya!”

Yansen segera mengubah arahnya menuju pinggiran Kota Namae dan mobil Mercedes merah itu juga buru–buru mengikuti!

Yuki menyadari ada mobil yang mengikuti mereka, raut wajahnya seketika menjadi muram dan tubuhnya gemetaran!

Dave melingkarkan tangannya pada bahu Yuki untuk menenangkannya: “Jangan khawatir, tidak akan ada masalah!”

Tidak lama kemudian mobil Dave melaju ke sebuah daerah terpelosok, dan Yansen

memberhentikan mobilnya, dan mobil Mercedes Benz merah itu juga segera mengerem dan berhenti di belakangnya!

Dave dan yang lainnya turun dari mobil, karena Yuki takut, Dave terus melingkarkan tangannya di bahu Yuki, dan memeluknya.

Pada saat itu seorang gadis turun dari kursi pengemudi mobil Mercedes Benz merah itu, gadis itu berambut pendek dan memiliki fitur wajah yang halus dan wajahnya terlihat bulat seperti boneka!

Pada saat gadis itu turun dari mobil, Dave dan Yansen tercengang, gadis ini dilihat dari sisi mana pun tidak terlihat seperti seorang pembunuh!

Gadis itu mengeluarkan sebuah linggis dan menatap Dave serta Yansen dengan tatapan mengerikan.

“Siapa kalian, cepat lepaskan kakak sepupuku, saya sudah melapor polisi…”

Gadis itu menggunakan linggisnya untuk menunjuk Dave namun tangannya sangat gemetaran!

Dave dan Yansen kembali tercengang, dan tanpa sadar menoleh ke arah Yuki, namun saat ini Yuki sudah berlinang air mata dan dia sangat bersemangat hingga tidak bisa berkata–kata,

“Yuri, kamu sudah setinggi ini, saya bahkan tidak mengenalimu lagi!”

1/2

Yuki berkata sambil berlari ke arah gadis itu, dan memeluk gadis itu!

Seketika gadis itu tercengang, dia menatap Dave lalu menatap Yuki dan sedikit bingung!

“Kak Yuki, kamu…..kamu bukan diculik oleh dua bajingan ini?”

Tanya gadis itu.

“Diculik?” Yuki tercengang lalu tertawa terbahak–bahak: “Diculik apanya, dua orang ini adalah temanku, sini saya kenalkan!”

Yuki menarik gadis itu kehadapan Dave: “Ini adalah adik sepupuku Yuri Yoshida, lalu dua orang ini namanya Dave dan Yansen!”

“Halo!” Dave mengulurkan tangannya dengan ramah!

Wajah Yuri memerah karena malu, dan dia terlihat canggung saat menjabat tangan Dave: “Maaf, saya kira kalian adalah orang jahat!”

Ternyata Yuri kebetulan melihat Dave dan yang lainnya, dan Yuki yang naik ke mobilnya, saat itu Dave melingkarkan tangannya pada pundak Yuki, dan raut wajah Yuki terlihat jelek, ditambah bemper belakang mobil Dave yang hancur membuat Yuri mengira kalau Yuki diculik!

Jadi dia mengemudi sambil menghubungi polisi, namun ternyata hanya kesalahpahaman!

“Ya sudah, kesalahpahamannya juga sudah diselesaikan, tadi kami bahkan mengira kamu adalah orang jahat, mengagetkanku saja!”

Yuki berkata dengan wajah senang.

“Kak Yuki, apa yang terjadi dengan mobil kalian? Dan kenapa kalian datang ke Kota Namae?”

Yuri bertanya dengan wajah bingung.

“Kami datang untuk membeli bahan obat, mengenai masalah mobil terlalu panjang kalau mau diceritakan, nanti saya akan menceritakannya padamu pelan–pelan!”

Yuki tidak ingin memberitahu Yuri terlalu banyak dan tidak ingin dia tahu terlalu banyak, karena tahu terlalu banyak juga tidak akan mendatangkan hal baik untuknya!

“Kalau begitu naik mobilku saja, kebetulan kakakku juga sedang menungguku untuk makan bersama, kalau dia tahu kamu ada disini pasti akan sangat senang!”

Yuri tidak banyak bertanya dan menarik Yuki naik ke mobilnya!

Dave yang melihat ini berkata pada Yansen: “Kamu pergilah dan perbaiki mobilnya, nanti saya akan menghubungimu lagi!”

Yansen mengangguk dan melaju pergi, sedangkan Dave ikut masuk ke mobil Yuri dan duduk di kursi penumpang baris belakang!

2/2

Yuri dan Yuki sudah bertahun–tahun tidak berteinu, jadi kedua orang itu mengobrol tanpa henti!

“Kak Yuki, pacarmu ini Tuan Muda dari perusahaan apa?”

Tanya Yuri.

“Dia bukan pacarku!” Yuki menggelengkan kepalanya.

“Sudahlah akui saja, saya sudah tahu kok, kalau dia bukan pacarmu kamu tidak mungkin duduk bersama dengannya dan membiarkannya memelukmu kan? Apa kamu datang kemari diam–diam tanpa sepengetahuan paman?”

Yuri tersenyum jahil pada Yuki.

“Tidak, ayahku tahu kami sedang di Kota Namae!” Yuki bergegas menjelaskan.

Bisa–bisa Yuri menganggap Yuki sedang kawin lari dan segera menelpon Juan!

“Kak tampan, kamu Tuan Muda dari perusahaan apa? Kalau Kak Yuki bisa menyukaimu berarti kamu bukan bocah biasa!”

Saat ini Yuri tidak lagi takut dan bertanya pada Dave dengan raut wajah mempermainkan.

Dave tersenyum santai: “Saya bukan Tuan Muda dari perusahaan mana pun, saat ini saya seorang pengangguran yang dinafkahi oleh kakak sepupumu, bahkan bajuku pun dibelikan olehnya!”

Setelan jas yang dikenakan oleh Dave memang dibelikan oleh Yuki!

“Brondong?” Yuri tercengang, dan kata brondong terlontar begitu saja dari mulutnya!

“Yuri, jangan bicara sembarangan!” Yuki segera memelototi Yuri, dan menatap Dave dengan tatapan bersalah: “Dave, adik sepupuku memang memiliki sifat seperti ini, kamu jangan mengambil hati ya!”

Dave tersenyum : “Sifat seperti ini tidak buruk kok, saya suka!”

“Tidak ada gunanya menyukaiku, saya adalah sepupu iparmu!” Yuri kembali berkata dengan nada jahil.

Dave tersenyum tak berdaya, meskipun perkataan Yuri menyakiti perasaan orang, tapi sifatnya yang lurus, hatinya yang baik sedikit mirip dengan Yuki!

Mobil Yuri melaju kencang hingga di depan sebuah restoran barat, dia menghentikan mobilnya dan membawa Dave dan Yuki masuk ke dalam!

Di meja dekat sudut ruangan, seorang wanita dengan rambut bergelombang dengan kacamata

1/2

hitam yang digantung di depan dadanya, sedang menatap ponselnya dengan serius dan. menunjukkan pesona seorang wanita profesional!

“Kak, coba lihat siapa yang datang!”

Yuri berjalan ke hadapan wanita itu dan berkata dengan bersemangat.

Wanita itu mengangkat kepalanya dan tercengang, sedangkan Yuki segera berteriak dengan semangat : “Kak Yumi, apakah kamu masih mengenaliku?”

“Yuki, kenapa kamu datang ke Kota Namae? Cepat duduk!”

Yumi bergegas bangkit berdiri dan bertanya dengan semangat.

“Saya dan temanku datang ke Kota Namae untuk membeli bahan obat!”

Yuki berkata sambil duduk disamping Yumi.

Saat itu, Yumi baru menyadari kehadiran Dave, dia menilainya sekilas lalu mengangguk dan mengulurkan tangannya: “Nama saya Yumi Yoshida, saya adalah kakak sepupunya Yuki!”

“Nama saya Dave, temannya Yuki!”

Dave segera menjabat tangan Yumi!

Setelah duduk, Yumi menatap Yuki sambil tersenyum dan berkata dengan suara kecil: “Yuki, Tuan Muda dari keluarga mana ini? Tampak energik, lumayan!”

“Kak, jangan tanyakan lagi, saya beritahu.

Yuri menarik Yumi dan berbisik di telinganya, entah apa yang dia katakan!

Entah apa yang dikatakan oleh Yuri, namun setelah itu raut wajah Yumi menjadi muram dan tatapannya pada Dave seketika berubah!

“Yuki, kamu harus hati–hati saat memilih pacar, dengan statusmu saat ini saya yakin banyak pria yang mengejarmu, kamu juga masih muda oleh karena itu buka matamu, jangan sampai tertipu. oleh orang, kalau sudah menikah menyesal pun tidak ada gunanya!”

Yumi berkata sambil menatap Yuki, tapi ucapan itu sangat jelas ditujukan pada Dave!

“Kak Yumi, kamu salah paham, sebenarnya….”

“Tidak perlu dijelaskan lagi, saya sudah mengerti, saya juga pernah berada di masa–masa sepertimu!”

Tidak menunggu Yuki menyelesaikan perkataannya, Yumi langsung menyela, lalu berkata pada Dave: “Kamu punya kaki dan tangan tapi tidak mau bekerja, apakah dinafkahi oleh wanita sangat enak?”

2/2

Bab 303 Putra dari Teras Obat

Melihat Yumi yang tiba–tiba menentangnya, Dave terlihat putus asa dan tidak tahu bagaimana menjawabnya!

“Yumi, siapa yang dinafkahi oleh wanita? Di zaman seperti ini masih ada pria yang dinafkahi oleh wanita?”

Saat itu, seorang pria tampan dengan tinggi 1,8m berjalan menghampiri.

“Kak Ted, kenapa kamu baru datang? Kamu selalu terlambat!”

Yuri seketika tersenyum saat melihat pria itu.

“Tadi ada urusan bisnis yang harus dibicarakan, jadinya terlambat, seperti biasa, karena saya datang terlambat hari ini saya yang akan membayar, pesan saja sesuka kalian!”

Pria itu berkata sambil tersenyum lalu melirik Yuki sekilas.

“Ini adalah kakak sepupuku, Yuki, dan ini adalah pacarnya Dave….”

Yuri memperkenalkan mereka pada pria itu!

“Nama saya Ted Irawan, pacarnya Yumi!”

Ted mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Yuki serta Dave!

Yuri merelakan tempat duduknya agar Ted bisa duduk disamping Yumi!

“Apa yang sedang kalian bicarakan tadi? Sampai membahas masalah dinafkahi oleh wanita!” Setelah duduk, Ted bertanya pada Yumi.

“Hanya bicara asal, adik sepupuku ini merupakan putri dari orang terkaya di Kota Surau, dan malah mendapatkan seorang pacar yang malas dan pengangguran, tidak memiliki pekerjaan, bahkan pakaiannya juga harus dibelikan oleh adik sepupuku, bukankah ini namanya dinafkahi oleh wanita?”

Yumi berkata sambil menghela nafas, dan di wajahnya terlihat semacam kebencian!

Raut wajah Dave juga mulai berubah, meskipun Yumi melakukannya demi kebaikan Yuki, tapi dia berulang kali mencemooh dirinya dan membuat Dave mulai marah!

Ted menyadari perubahan ekspresi Dave, dan berkata pada Yumi: “Kamu tidak boleh berkata seperti itu, di dunia ini mana ada begitu banyak pasangan serasi, menurutku saudara Dave ini juga luar biasa, asalkan punya kemampuan dan mau berusaha, bisa saja suatu hari nanti keadaan akan berbalik, oleh karena itu tidak boleh memandang rendah orang lain!”

Setelah selesai berkata, Ted menatap Dave dengan tatapan bersalah dan menundukkan kepalanya

1/3

: “Saudara Dave, jangan diambil hati ya, kakak beradik ini memang suka berbicara blak–blakan dan mudah menyinggung perasaan orang!”

“Iya, saya mengerti, semuanya keluarga sendiri, kakak sepupu juga mengatakannya demi kebaikan Yuki!”

Kemarahan Dave mereda setelah mendengarkan perkataan Ted yang tulus.

“Ayo kita pesan makanan, hari ini saya yang bayar, jangan ada yang mencoba menghemat uangku!”

Ted berkata sambil memanggil pelayan dan mulai memesan hidangan!

Tidak lama kemudian, meja itu sudah dipenuhi dengan berbagai hidangan, beberapa orang itu makan sambil mengobrol, dan saat mengobrol Dave baru menyadari kalau Ted memang terlihat sederhana tapi statusnya bukan orang biasa, dia adalah putra dari Teras Obat yang terkenal di

Kota Namae!

Perlu diketahui bahwa Teras Obat menempati posisi tiga besar di Kota Namae, mereka memiliki 18 toko obat yang khusus memasok dan menjual obat herbal dan cukup berpengaruh di Kota

Namae!

Mendengar ucapan Ted, Dave merasa kalau kata ‘konglomerat generasi kedua‘ tidak hanya istilah yang digunakan untuk menghina, tergantung kepada siapa istilah itu ditujukan.

“Saudara Dave, kedatangan kalian kali ini ke Kota Namac hanya untuk berjalan–jalan?”

Ted bertanya pada Dave.

Dua orang itu bisa saja menjadi sepupu ipar, jadi harus banyak berkomunikasi!

“Saya berencana untuk membeli sejumlah bahan obat di sini!”

Dave mengatakan yang sebenarnya.

“Bagus kalau begitu, katakan saja bahan obat apa yang kamu perlukan padaku, kami Teras Obat memiliki bahan obat apa saja, dan semua kualitasnya juga terjamin, dengan hubungan kita, saya bisa memberikan harga terendah padamu, sebenarnya kalau kamu ingin terjun ke industri ini, menjual kembali bahan obat juga bisa menghasilkan banyak uang!”

Ted salah paham pada Dave dan mengira Dave ingin menjadi penjual bahan obat!

“Bukan ju maksudku, saya berencana membeli bahan obat untuk dipakai sendiri, paling tidak bahan obat itu harus berusia ratusan tahun, misalnya Lingzhi berusia ratusan tahun, kalau bisa mendapatkan yang sudah berusia ribuan tahun maka itu akan lebih baik lagi!”

Dave berkata sambil tersenyum.

Ted tertegun sejenak, sedangkan Yumi mulai mencibir: “Otakmu kemasukan air ya, apa kamu tahu bahan obat yang kamu katakan itu memerlukan uang sebanyak apa untuk mendapatkannya?

2/3

Terutama ginseng dan lingzhi berusia ribuan tahun, harganya selangit, kalaupun dijual padamu takutnya kamu tidak sanggup membelinya!”

Dave tidak mengatakan apapun dan merasa tidak perlu menjelaskan apapun!

Bab 304 Hanya nama yang sama.

Setelah tertegun sesaat, Ted akhirnya berkata pada Dave dengan serius: “Saudara Dave, saya mengerti keinginanmu untuk menjalankan bisnis besar, tapi bahan obat yang kamu katakan tadi. harganya juga sangat tinggi walau di Kota Namac, meskipun Keluarga Tanaka sangat kaya tapi tidak perlu sampai melakukan hal seperti ini, kalau kamu tidak mengerti, kamu bisa ditipu orang dan menjadi bangkrut!”

“Kak Ted, terima kasih atas peringatannya, saya punya perhitungan sendiri!”

Dave berterimakasih kepada Ted!

Melihat Dave sepertinya sudah membulatkan tekadnya, Ted tidak lagi membujuknya dan berkata. : “Saudara Dave, kamu baru sampai di Kota Namae, istirahat dulu, besok datanglah ke toko pusat Teras Obat untuk mencariku, saya akan menemanimu berkeliling agar kamu mengenal situasi disini, kalau saya menemanimu setidaknya kamu tidak akan dibohongi oleh orang.”

“Untuk apa kamu menemaninya? Lantas kamu tidak sibuk? Bocah sombong seperti dirinya tidak akan bisa melakukan apapun, baru buka mulut saja sudah mengatakan mau ginseng ratusan tahun, apa dia tahu cara membedakan ginseng ratusan tahun?”

Yumi semakin jengkel pada Dave!

“Sudahlah, bagaimana pun mereka datang dari jauh, sudah seharusnya kita menemani mereka!”

Ted berkata sambil tersenyum.

“Kamu saja yang temani, saya sibuk, saya harus bekerja!” Yumi mengernyitkan keningnya dan berkata pada Yuki: “Yuki, kamu harus lebih memikirkan dirimu sendiri, jangan sampai orang lain menyuruhmu bayar, kamu pun langsung membayar!”

“Saya tahu kakak sepupu!” Yuki menganggukkan kepalanya.

Setelah selesai makan, beberapa orang itu bersiap untuk berpamitan, lalu Dave dan Yuki pergi untuk mencari tempat menginap.

Yumi ingin Yuki tinggal di rumahnya, tapi setelah mempertimbangkan keberadaan Dave, Yuki

menolak!

Baru keluar dari pintu restoran, Yansen sudah menyambutnya dengan mobilnya yang sudah selesai diperbaiki!

“Ini adalah temanku, Yansen Herlambang!”

Melihat Yansen berjalan menghampiri, Dave memperkenalkannya pada Ted.

“Halo, nama saya Ted!” Ted berjabat tangan dengan Yansen!

1/2

“Saudara Dave, saya dengar di Kota Surau ada Ketua Mafia yang bernama Yansen Herlambang, orang–orang memanggilnya Tuan Yansen, pengaruhnya di Kota Surau cukup besar dan memiliki ratusan bawahan, saudara ini juga memiliki nama yang sama dengan Tuan Yansen!”

Ted sedikit kaget.

“Ada banyak orang yang memiliki nama yang sama, mana mungkin Tuan Yansen menjadi supir dari seorang pria yang dinafkahi oleh wanita? Apa yang kamu pikirkan!”

Yumi tampak meremehkan!

Yuki yang mendengarnya ingin membuka mulut dan menjelaskan kepada kakak sepupunya sendiri, kalau Yansen yang ada di hadapannya adalah Tuan Yansen yang sedang mereka bicarakan!

Hanya saja belum sempat berbicara, Dave menghentikannya dengan tatapan mata, dan tersenyum sambil berkata: “Hanya nama yang sama, nama yang sama….”

Dave tidak ingin terlalu banyak orang yang mengetahui keberadaan mereka, kalau identitas Yansen sampai terbongkar maka banyak mata di Kota Namae yang akan tertuju pada mereka!”

Setelah berpisah di restoran, Dave dan yang lainnya mencari sebuah penginapan, dan langsung memesan 3 kamar, masing–masing 1 kamar, awalnya Dave berniat memesan 2 kamar saja untuk menghemat biaya, tapi Yuki tidak setuju!

Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, bahkan dikejar dan hendak dibunuh oleh orang, mereka semua akhirnya terlelap!

Namun pada saat ini Keluarga Wibowo dari Kota Itaka, Askara berjalan dengan gelisah!

Ini sudah lebih dari setengah hari dan dia belum mendapatkan kabar apapun, dia sudah mencoba menelepon dan menghubungi orang–orangnya, tapi mereka tidak bisa dihubungi!

Raut wajah Askara semakin muram, dan rasa tidak tenang yang ada di dalam hatinya semakin kuat, dia tahu sesuatu pasti terjadi pada bawahannya, kalau tidak mereka tidak mungkin tidak bisa dihubungi!

“Paman Joni!”

Askara berteriak!

“Tuan!” seorang lelaki tua yang kurus dan bungkuk berjalan masuk!

Lelaki ua ini adalah pengurus rumahnya Keluarga Wibowo, Paman Joni sudah menjadi pengurus rumah Keluarga Wibowo sejak generasinya ayah Askara, sekarang usianya sudah tua, dan tidak menjadi pengurus rumah lagi, hanya saja Keluarga Wibowo sudah menganggap Paman Joni seperti keluarga sendiri dan membiarkan dia menetap di kediaman Keluarga Wibowo!

2/2

Bab 305 Ginseng liar kelas atas

Saat itu, keluarga Wibowo pernah diincar oleh musuh, ratusan orang mengepung kediaman. Keluarga Wibowo, dan belasan orang dari Keluarga Wibowo berada dalam bahaya, pada akhirnya mereka hanya mengandalkan Paman Joni seorang untuk mengalahkan semua musuh itu, dan pada akhirnya Keluarga Wibowo sudah menganggap Paman Joni seperti keluarga sendiri!

“Paman Joni, bawalah beberapa orang untuk pergi ke Kota Namac, kamu harus membawa pulang. orang yang sudah membuat Tuan Muda menjadi cacat, kalau tidak bisa dibawa kemari hidup- hidup, mayatnya juga harus kamu bawa kemari, kalau masalah ini tidak bisa diselesaikan takutnya Keluarga Cangga akan semakin memandang rendah Keluarga Wibowo!”

Saat ini bagaimana pun caranya Askara harus menghabisi Dave, kalau tidak setiap hari dia akan dimarahi oleh istrinya, dan diremehkan oleh anggota Keluarga Cangga, dan dia pun tidak berani menjawab!

“Tuan Besar, tenang saja saya pasti akan membawa orang itu padamu!”

Paman Joni mengangguk lalu berbalik pergi!

Keesokan paginya!

Dave dan yang lainnya baru bangun lalu bersarapan di hotel, Yuri datang dengan mengendarai mobilnya!

“Kak Yuki, Kak Ted takut kalian tidak mengenalinya jadi memintaku kemari untuk menjemput

kalian!”

Yuri berkata pada Yuki.

“Baik, kalau begitu ayo berangkat!”

Yuki Mengangguk.

“Kak Yuki, semalam kamu dan pacarmu tidak tidur bersama kan?”

Yuri menghampiri Yuki dan bertanya dengan suara kecil.

“Sembarangan, kami tidur di kamar masing–masing!”

Yuki memelototi Yuri!

Diantarkan oleh Yuri, Dave dan yang lainnya segera tiba di toko pusat Teras Obat!

Toko itu terletak di pusat kota dengan luas mencapai ribuan meter persegi, bisa dilihat kalau kekuatan Teras Obat tidak kecil!

Saat baru masuk, pelayan yang ada di depan pintu menyapa Yuri dengan sopan: “Nona Yuri, Pak

1/2

Ted sudah berpesan kalau kalian sudah sampai boleh langsung pergi ke aula belakang untuk menemuinya!”

“Baiklah!” Yuri menganggukkan kepala, dan menggandeng tangan Yuki : “Kak Yuki, ayo kita ke aula belakang!”

Dave dan Yansen mengikuti dua wanita itu dari belakang, pada saat itu Dave sedang melihat–lihat seluruh Teras Obat, meskipun masih pagi, tapi tokonya sudah dipenuhi oleh pelanggan, ada sedang memeriksa barang dan ada yang sedang melakukan tawar menawar.

Di tengah aula Teras Obat, ada ribuan jenis bahan obat, dan setiap bahan obat itu dipajang di etalase dan dilabeli dengan nama serta manfaatnya, terlihat jelas kalau Teras Obat sangat profesional!

yang

Dave diam–diam merasakan dan menyadari kalau seluruh bahan obat yang ada di aula ini hanyalah bahan obat biasa, dia tidak merasakan adanya energi spiritual yang kuat, tapi kalau dipikir–pikir lagi ada benarnya juga, siapa yang mungkin memajang bahan obat langka di aula besar seperti ini.

Setelah melewati aula utama, mereka melalui sebuah lorong dan akhirnya sampai di aula besar yang ada di bagian belakang, ada gudang di kedua sisi aula besar ini, yang di dalamnya terdapat tumpukan kantong–kantong bahan obat!

“Saudara Dave, kalian sudah sampai ya….”

Melihat Dave dan yang lainnya sudah tiba, Ted bergegas menghampiri dan menyambut dengan senyuman: “Kalian duduk dulu sebentar ya, saya sedang ada tamu, setelah selesai saya akan membawa kalian berkeliling!”

“Kak Ted, tidak usah tergesa–gesa, kamu sibuk saja dulu!” Dave tersenyum.

Ted mengangguk: “Pelayan, bawakan teh untuk mereka!”

Setelah menyuruh seseorang untuk membawakan Dave dan yang lainnya minuman, Ted beranjak pergi, pada saat ini ada seorang pria paruh baya yang duduk di samping Meja Delapan Dewa yang ada di tengah ruangan, dan Ted juga langsung duduk dihadapan pria itu!

Dua orang itu berbincang, dan ditengah meja Delapan Dewa itu juga terdapat sebuah kotak kayu yang sangat indah, sepertinya mereka sedang bertransaksi!

Dave duduk dan mencoba tehnya, dan karena bosan dia melihat–lihat sekelilingnya.

“Pak Ted, ginseng yang saya bawa ini adalah ginseng liar yang sudah berusia ratusan tahun lebih, coba kamu lihat dulu kualitasnya, lihatlah kepala ginseng dan akarnya, ini ginseng liar kelas atas, 20 miliar untuk ginseng seperti ini tidak mahal, kalau Teras Obat tidak mau membelinya, saya bisa mencari Rumah Herbal, mereka tidak akan keberatan membayar 20 miliar untuk ginseng ini!”

Pria paruh baya itu tiba–tiba meninggikan suara bicaranya pada Ted.

2/2

Bab 306 Bertaruh

Karena pria paruh baya itu meninggikan suaranya, Dave mau tidak mau menoleh ke arahnya.

“Pak Dimas, kita bisa berunding dulu, ginseng ini memang merupakan ginseng kelas atas, tapi kalau 20 miliar sepertinya terlalu mahal, bagaimana kalau kamu turunkan harganya sedikit, saya akan langsung mentransferkan uangnya padamu!”

Ted berkata sambil tersenyum.

“Dua puluh miliar, satu sen pun tidak bisa kurang, karena kalian tidak mau, saya akan pergi sekarang!”

itu berkata sambil berdiri, dan bersiap pergi dengan

Teras Obat akan membelinya, bukan demi hal lain, hanya untuk menjadikan

itu dan mengeluarkan ponselnya: “Sekarang juga saya akan mentransferkan uangnya padamu, lain kali kalau ada barang

bisa diatur,

mendengar ucapan Ted, pria paruh baya itu tiba–tiba

“Kak Ted, tunggu sebentar….”

Ted sedang bersiap mentransferkan uang pada pria paruh baya itu, Dave tiba–tiba berjalan menghampiri

ada apa?” Ted bertanya

ini boleh diperlihatkan padaku sebentar?” Dave bertanya pada pria. paruh baya

baya itu tidak berkata apapun

orang ini adalah

Ted bergegas menjelaskan.

ini tadi sudah dilihat oleh Pak Ted, apa

menatap Dave dengan ekspresi

mencurigai ginseng liarmu

1/3

Dave berkata dengan sinis.

saja terinjak dan berteriak: “Apa katamu? Kamu berani mengatakan ginseng liarku ini palsu? Kamu bahkan belum melihatnya sudah mengatakan kalau ginseng ini palsu? Lagipula Pak Ted sudah memeriksa barangnya tadi, mana mungkin palsu, kalau kamu mau mencari masalah, saya bukan orang yang bisa

tersenyum : “Pak Dimas, jangan marah,

baya itu, Ted menoleh ke arah Dave dan mengernyitkan keningnya: “Saudara Dave, ginseng liar ini sudah saya periksa, tidak ada masalah kok, kamu bahkan belum melihatnya kenapa

percaya, buka saja kita periksa bersama, kalau

dan membuat pria paruh

buka, buka saja, kalau setelah dibuka dan ginseng ini asli

itu berpura–pura berani dan menantang Dave, tetapi

mengganti rugi 10

Dave tampak percaya diri.

itu, Yuki dan Yuri juga ikut menghampiri, mereka tidak

tehnya, seringaian terlihat di wajahnya dan dia sudah tahu kalau pria

paruh baya itu kaget

perlihatkan saja, agar dia menyerah dan

percaya kalau ginseng itu palsu karena bagaimana pun tadi dia sudah memeriksanya, hanya saja Dave bersikeras untuk melihatnya, jadi

saya akan membiarkan dia melihatnya, agar

baya itu

2/3

itu terbuka, dan terlihat sepotong ginseng

juga sangat banyak, akar utamanya juga lebih

wwww

3/3

Bab 307 Palsu

sebagus ini, bahkan belum

Namae!”

dengan sinis pada Dave: “Sekarang kamu sudah kalah, mana 101 miliar yang kamu janjikan?

dan

apa yang kamu

untuk menghentikannya namun sudah

meraih ginseng liar itu dan mematahkannya dengan

Dave, apa yang

hanya berharga apabila kondisinya utuh, meskipun hanya satu akar kecilnya yang patah, maka harganya juga akan turun drastis, kalau

Crek……

bicara, ginseng yang ada

wajahnya, ginseng itu bernilai 20 miliar dan

dengan kaget, mereka tidak mengerti apa yang

membelah ginseng itu, dia berbalik dan

kabur? Apa kamu bisa

Dave tiba–tiba menyeringai!

paruh baya itu hendak berlari keluar, Yansen yang sedang duduk minum teh tiba-

“Ini….apa yang sebenarnya terjadi?”

Ted menjadi bingung dan tidak mengerti apa yang

1/3

Ted, coba kamu lihat ginseng ini

menyerahkan ginseng yang dia belah

dia tertegun sejenak lalu. tiba–tiba mengamuk: “Sialan, beraninya menipu

baya itu dengan keras lalu berteriak: “Penjaga,

dibawa pergi dan menyusul suara teriakan

bisa dicari lagi, itu tidak masalah tetapi di kemudian hari saya mana punya muka untuk

berkata pada Dave dengan ekspresi

orang bisa saja bersikap

Dave berkata sambil tersenyum.

saya ingin tahu bagaimana caranya kamu bisa tahu ginseng

insting penciuman saya sudah tinggi sejak lahir, jadi

Ted kalau dia menggunakan energi spiritual untuk merasakannya, kalau ginseng itu benar–benar berusia ratusan tahun Dave pasti bisa merasakan energi spiritual yang dipancarkan

kayu itu, jadi bisa disimpulkan kalau yang di dalam kotak kayu itu bukanlah

hidup selama ini dan belum pernah menemukan

wawasan…..

kemampuan seperti ini? Hidungnya lebih akurat

Yuri berkata dengan kaget.

selesai berkata, dia tiba–tiba merasakan ada yang salah dengan ucapannya, dan

tidak memperdulikannya, dia tahu Yuri tidak bermaksud

2/3

senyumannya!

nanti kalau ada bahan obat yang kamu sukai,

sambil menepuk pundak

3/3

Bab 308 Rumah Herbal

pasar terbesar yang ada di Kota Namac, setelah berkeliling Dave merasa sedikit kecewa, di pasar bahan obat ini hanya ada bahan obat biasa, meskipun adal beberapa bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun, namun

bahan obat yang ada di pasar ini tidak ada yang

setelah melihat kekecewaan di

dan memiliki kualitas yang tinggi, namun

menggertakkan giginya dan berkata: “Saya akan membawamu ke sebuah toko obat besar untuk melihat–lihat, biasanya mereka memiliki beberapa bahan

sangat jarang pergi ke toko obat lain, karena bagaimana pun itu adalah saingannya, orang–orang juga akan melakukan pencegahan, dan mereka juga tidak

ragu.

Dave sudah sangat membantunya tadi, jadi dia hanya bisa menurunkan gengsinya dan pergi ke

“Terima kasih Kak Ted!”

Dave berkata dengan semangat.

tidak usah sungkan,

www

toko Rumah Herbal terletak di tanah seluas ribuan meter persegi, dan pintu utamanya dipenuhi oleh orang yang berlalu lalang,

obat yang sudah berusia ratusan tahun, dan dengar–dengar harta karun di toko ini adalah sebuah Lingzhi yang sudah berusia ribuan tahun, di seluruh Kota Namac hanya Rumah Herbal yang memiliki

membawa Dave dan

langsung mengunci pandangannya

1/2

Rumah Herbal juga akan memajang bahan obat berusia ratusan tahun di

Dave bertanya dengan heran.

bahan obat berusia ratusan tahun di aula utama mereka, dan hampir 80% bahan obat berusia ratusan tahun. yang ada di Kota Namae berada di tangan Rumah

pun dia juga berada. di bisnis

karena dengan seperti ini dia tidak perlu berkeliling kemana–mana lagi, asalkan dia bisa bernegosiasi dengan Rumah Herbal,

Pak Ted, pelanggan langka nih, kenapa anda punya waktu

seorang pria paruh baya yang sedikit gemuk dan

ringan, sekilas saja

datang

orang tua itu, Ted bergegas berkata dengan

mengganggu kok, ayo

itu tersenyum dan mempersilahkan mereka

mengangguk, dan mereka semua mengikuti pria tua itu menuju

asli Kota Namac, namun saat muda dia datang ke Kota Namae untuk mencari uang, setelah bertarung dan membunuh, akhirnya dia berhasil memonopoli seluruh pasar

membuka pasar yang ada di seluruh Kota Namac, dan

kedatangannya: “Tuan Hardi, saudaraku ini ingin membeli banyak bahan obat yang sudah berusia ratusan tahun. saya

9

2/2

Bab 309 Hanya membual

dibicarakan, bisa dibicarakan, Pak Ted mengingat Rumah Herbal, saya tentu tidak boleh membuat Pak Ted rugi, nanti saya pasti akan memberikan komisi kepada

kejadian dimana mereka saling memperkenalkan pelanggan, dan

Hardi terlalu sungkan, orang ini adalah saudaraku bukan orang lain, saya tidak

Ted bergegas menjelaskan.

sambil menatap Dave: “Saudara, berapa banyak bahan

yang kamu punya!”

bahan obat yang berusia ratusan tahun, satu bahan obat saja sudah bernilai miliaran, kalau yang kualitasnya bagus bisa bernilai lebih dari puluhan miliar, dan apakah kamu tahu seberapa banyak bahan obat yang ada di tempatku

kamu boleh membeli sedikit dulu untuk dilihat, barang ini memang barang bagus

kalau Dave membeli bahan obat ini

saya, dengar kalau di kamu memiliki harta karun yang berupa sebuah Lingzhi yang berusia ribuan tahun, apakah

kamu ingin membelinya?”

tahun

mendapatkannya, sebuah Lingzhi yang berusia ribuan tahun sudah cukup untuk meningkatkan level kekuatan

saja, karena itu merupakan harta karun toko saya,

1/2

Tuan Hardi keluarkan bahan obatnya

awal dia sudah merasakan kalau di toko ini tidak ada Lingzhi yang berusia ribuan tahun, hanya saja di halaman belakang ini

mengaku memiliki Lingzhi ribuan tahun sebagai harta

membawa kotak kayu, totalnya ada lima

berusia ratusan tahun dengan kualitas tinggi, apakah

perlu, Tuan Hardi

Dave menggelengkan kepalanya.

otak seperti ini, tidak mengerti apapun namun berlagak berpengetahuan tinggi, uang orang–orang

Pak Ted juga tahu harga pasaran untuk bahan obat berusia ratusan tahun kelas tinggi seperti ini,

matanya dan berkata

juga berencana membeli ginseng liar berusia ratusan tahun yang berkualitas tinggi dengan harga dua puluh

bahan obat berusia ratusan tahun dengan kualitas tinggi tidaklah

pasaran

rendah harganya jauh lebih murah, paling mahal hanya bernilai

Ted menjelaskan!

2/2

Bab 310 Mengandalkan integritas

saya akan membayar

Dave berkata pada Iman.

suaranya: “Apa kamu menganggap bahan obatku ini bermutu rendah? Saya rasa kamu bukan datang untuk membeli bahan obat melainkan untuk membuat

paling tahu, berbisnis itu mengandalkan integritas dengan begitu baru bisa berlangsung lama, sepuluh miliar per bahan obatnya,

Iman

lagi, dia hanya menatap Dave dan raut wajahnya

bisa tahu kualitas dari bahan obat, kalau tidak

sedikit marah dan

anggap saja saya menambah wawasan hari ini, kalangan muda

Ted dia

segera mentransfer uangnya pada Iman, dan hal ini membuat

beberapa bahan obat berusia ratusan tahun disini, saya akan menyuruh. seseorang

berkata lalu melambaikan tangannya, dan

obat.

orang menunggu sambil duduk dan minum

ada orang yang menjual

minum teh, Iman

1/3

menggelengkan kepalanya: “Saya

bagus, hanya saja saya

Iman berkata dengan pasrah.

di

masih ada kemungkinan, tapi kalau tidak

Kota Surau dalam waktu dekat untuk menemui ahli ini, kalau

memanfaatkan orang seperti itu. untuk kepentingannya maka uang akan mengalir tanpa henti

hanya tersenyum, sedangkan Yansen juga

sedang mereka bicarakan ada di depan mereka, tapi

saat itu, seorang bawahan bergegas masuk dan berbisik pada Iman, seketika raut wajah Iman.

pada Dave dan Ted: “Maaf,

yang lainnya mau

ada urusan mendadak apa yang membuatnya begitu terburu–buru hingga melepaskan. bisnis besar

keluar dari Rumah Herbal, Ted

bicara, ponsel Ted tiba–tiba berdering dan sebuah

pesan masuk!

Teratai salju berusia ribuan tahun muncul di pelelangan, Teratai Salju sudah

seketika

tahu

2/3

muncul bahan obat palsu

3/3

311 Uang muka 100

Iman bergegas pergi keluar pasti untuk menghadiri acara lelang. Teratai Salju berusia ribuan tahun yang sangat langka itu pasti akan

keluar! “Kalau begitu ayo kita pergi ke acara

salju berusia ribuan tahun itu. maka kekuatannya akan meningkat dengan

membawa Dave serta yang lainnya pergi ke lokasi

di pinggiran Kota Namae, di sebuah bangunan berbentuk kubah

bernuansa Romawi kuno.

itu diluar lokasi pelelangan, mobil–mobil mewah yang biasanya tidak terlihat sedang berlalu lalang, sepertinya banyak orang yang datang untuk

yang sudah akrab dengan Ted mengambilkan. sebuah papan nomor dan berkata dengan sopan: “Pak Ted, kali ini harus membayar uang muka 100

10 miliar? Kenapa tiba–tiba menjadi

khusus, seharusnya Anda juga sudah tahu, ada sebuah Teratai salju yang dilelang, jadi setoran lelang juga meningkat untuk mencegah

menjelaskan dengan

karena dia tidak membawa 100

kalau Ted mungkin

Dave membayar setoran lelang, dan mendapatkan papan nomor, mereka baru diizinkan. masuk ke lokasi

lautan manusia, banyak bos- bos Kota Namae yang

dan yang lainnya juga datang, Iman tercengang, lalu kemudian tersenyum dan

duduk di tempat mereka masing–masing dan menunggu

1/2

beberapa bahan obat biasa, dan tidak banyak yang tertarik, dan tidak terlelang, karena orang–orang ini datang untuk melihat Teratai

kali ini akan sangat ketat, kalau kamu menginginkan

dengan suara

“Berapapun

mendengarnya tidak mengatakan apapun

bisnis apa? Kenapa dia

ini Yuri sangat penasaran

seolah puluhan ratusan miliar itu tidak ada artinya, seolah sedang

mau uangku, kamu benar–benar mengira dia pria yang dinafkahi

tersenyum dan menatap Dave dengan

lama semakin menarik baginya,

botol kaca yang di dalamnya terletak sebuah

barang lelang utama hari ini, Teratai Salju yang berusia ribuan tahun, perlu diketahui bahwa belakangan ini di Kota Namae sudah tidak lagi ditemukan Teratai Salju, barang semacam ini sulit dipetik oleh karena itu orang

usul datangnya Teratai Salju ini,

kan? Menipu kita semua

Saya rasa ratusan tahun sampai,

pun

tidak

ini, masih mengharuskan membayar uang

melihat Teratai Salju itu banyak orang mulai menunjukkan kekecewaan mereka dan

2/2

Terlalu tidak

direndam menjadi arak dia masih bisa merasakan energi spiritual yang melonjak dan terus menerus mengalir dari Teratai

lama direndam menjadi arak, dan kehilangan kilauannya yang semula namun itu semua tidak membuat Dave

barang, maka Dave sepertinya akan

orang–orang, dan hanya tersenyum sambil berkata: “Teratai Salju ini akan dilelang mulai dari harga 100 miliar dan setiap peningkatan harganya tidak boleh di bawah 10 miliar, penawar tertinggi akan mendapatkannya, dan pelelangan

reaksi dari orang–orang di sekitarnya, dan ketika melihat tidak

Iman yang ada di barisan

Iman mengangkat papannya, orang–orang yang ada disekitarnya mulai

apa jangan–jangan kita

benar–benar kaya, seratus

dulu, Iman itu sangat perhitungan, dia tidak mungkin menawar

karena Teratai Salju ini berjodoh dengan Kota Namae dan sudah sampai disini, kita tidak boleh membiarkannya lewat begitu saja, kalau sampai terdengar di luar sana, akan mencoreng reputasi

yang percaya, tapi Iman sudah menegaskan agar mereka tidak berebut dengannya dan tidak ada yang berani

marah, dia hanya bisa melihat ke arah hadirin dan berkata: “Apa ada lagi yang mau menawar? Teratai Salju ini benar–benar

1/2

dengan susah payah agar pelelangan bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan

putus asa dan hanya bisa kembali ke tempatnya lalu mengangkat palu. kecilnya,

“Seratus sepuluh miliar!”

penyelenggara hendak mengetukkan

dan bergegas menoleh ke arah Dave, dan tatapan semua hadirin juga melekat pada

ke arah Dave dengan dingin, ada kemarahan yang

seratus sepuluh miliar, apa ada lagi yang mau

sambil melihat ke arah

hanya Iman–lah

miliar!” Iman berkata sambil

miliar, semua orang menatap Dave dan berpikir apakah Dave akan

miliar!” Dave mengangkat papan nomornya tanpa

Wah…….

nafas dalam–dalam, sekali buka mulut langsung menambah lima puluh miliar, dan menjadikan harganya menjadi dua ratus miliar,

kamu meningkatkan harganya terlalu

secara sedikit dan bertahap, dengan begini mereka juga bisa mengetes berapa budget yang disiapkan oleh pihak lain, kalau langsung meningkatkan puluhan miliar,

sekali,

ingin tahu seolah–olah dia

2/2

Bab 313 Sengaja melawan

dinafkahi oleh wanita, kenapa sekarang malah

bagaimana Dave bisa mempunyai banyak uang, namun dia sudah mempersiapkannya, apabila Dave tidak memiliki uang, setelah berhasil memenangkan pelelangan Teratai Salju, dia akan menelpon Juan untuk meminta uang, sebagai orang terkaya di Kota

matanya menyipit

“Dua ratus sepuluh miliar….”

giginya dan menatap

selesai bicara, Dave

identitas Dave, sedangkan penyelenggara mulai tersenyum dan berkata dengan suara keras: “Tuan ini sudah menawar di harga tiga ratus miliar, tiga ratus miliar, apakah tidak ada lagi yang mau menawar? Saya lihat Tuan ini sepertinya tidak berasal dari Kota Namae, lantas penduduk Kota Namae tidak ada yang

lontarkan berhasil memprovokasi Dave dan Iman, tadi Iman sudah mengatakan kalau dia takut Kota Namae akan dipermalukan, dan sekarang

momenturn untuk menabur perselisihan agar orang- orang bertarung dan

keras dan

tidak ragu–ragu, dan saat hendak mengangkat

Dave, bahkan jika Teratai Salju itu benar–benar berusia ribuan tahun ini sudah

Ted membujuk Dave.

tinggi dan tidak lagi

1/3

akan

berkata dan kembali mengangkat papan nomornya: “Tiga ratus

Wah..

ini keributan terjadi di tempat pelelangan, mereka semua menatap Dave dengan tatapan penasaran, mereka

tahu kalau harga saat ini sudah melebihi harga sewajarnya dan sudah terlalu mahal untuk

pemuda ini memiliki dendam terhadap Iman dan

hati mereka, karena selain

erat dan sepasang matanya menatap Dave dengan marah: “Bocah, kamu

“Saya tidak memiliki

pelelangan, harga yang am

meningkatkan harga!”

adalah peraturan tinggi akan

Dave berkata sambil tersenyum!

adalah Kota Namae, jangan merasa

membawa orangnya dan

menatap Dave dengan tatapan kasihan, berani

lima puluh miliar, Teratai Salju berusia ribuan

dengan bahagia dan menyerahkan Teratai

itu dan mentransferkan uang itu ke rekening pelelangan, lalu dia, Ted dan yang lainnya pergi, tujuannya datang kemari hari ini sudah

kamu sudah menyinggung Iman,

transaksi kalian juga sepertinya tidak akan

2/3

dari pelelangan, Ted

3/3

www

Bab 314 Merampok?

kepentingan, saya membayar untuk membeli bahan obat darinya dan dia mendapatkan keuntungan,

sambil tersenyum dan tidak tampak

begitu kita masih akan pergi ke Rumah Herbal?” Ted bertanya

mendapatkan barang yang saya mau, kenapa

mengangguk dan naik ke

di dalam

di Kota Namae ternyata ada orang yang

gelas dengan

orang untuk merebut kembali

bersetelan jas hitam yang

pemuda ini selalu berada di sisinya, meskipun sekarang Iman sudah membersihkan diri dari

cari tempat yang tidak ada orang

payah membersihkan diri, kalau sampai hal ini diketahui publik

karun untuk tokonya, harta karun toko yang dia miliki saat ini bisa dibilang palsu, itu tidak berusia ribuan tahun, ini juga alasan kenapa Iman

saja, saya sudah melakukannya selama bertahun–tahun dan saya tahu

dan membalikkan badannya bersiap untuk

melihat Dave dan Ted

1/2

datang kembali ke tokonya

transaksi kita yang tadi, berbisnis mengandalkan integritas, dan karena

Iman yang kaget dan berkata

“Kamu merebut Teratai Salju berusia ribuan tahun milikku, tidak disangka kamu masih

menghabiskan uang untuk membeli Teratai Salju itu, kenapa kamu

Dave sengaja berlagak bodoh.

itu, dan saya akan mengampuni nyawa kalian, tinggalkan Kota Namae atau nyawamu akan menjadi taruhannya!” Pemuda bertelinga

berbicara, belasan orang tiba–tiba menghalangi pintu dan pintu

ini, Ted, Yuri dan yang lainnya mulai memucat, Yuki

erat!

kalau ada masalah bisa

“Minggir, ini bukan urusanmu!”

ingin mencoba bermusyawarah, namun tidak disangka baru saja membuka mulut dia sudah langsung dimaki

berencana

tidak terlihat takut sama

kamu masih bisa tersenyum. saya, Iman, paling kagum dengan orang sepertimu, tinggalkan Teratai salju itu dan

di belakang Dave, karena seorang

Teratai Salju itu dengan uangnya, dan ini juga termasuk menyediakan langkah mundur

2/2

Bab 315 Toko ilegal

sekejap mata saya akan

Dave berkata dengan sinis.

Iman juga menjadi dingin: “Kalau begitu katakan, berapa kamu akan menjualnya,

tidak akan kujual!” Dave

ini benar–benar tidak mau melakukannya dengan cara mudah ya? Harus memaksaku

wajah Iman

seorang pebisnis, transaksi jual beli yang gagal adalah hal yang normal, tapi kalau kamu sampai bertindak, maka tokomu ini adalah toko ilegal, dan kalau

menyipit dan aura pembunuh seketika terlihat dari

kamu sedang menakut–nakuti

dan melayangkan tinjunya ke arah

mundur, Yansen yang ada di sampingnya

keseimbangannya, Yansen langsung menendang kaki pemuda itu dan suara tulang patah terdengar, tulang kaki pemuda itu sudah dipatahkan oleh

pergelangan tangan pemuda itu dan melemparkannya dengan keras, membanting pemuda itu ke tanah dan menginjaknya dengan satu

dada pemuda itu hingga cekung ke

Ugh..

itu memuntahkan seteguk darah, dan

“Ini……

1/3

dan sudah bertarung bersamanya selama bertahun–tahun,

Penambah Energi, kekuatannya bertambah pesat, dan pemuda

juga tercengang, mereka

ke jalanan, kalian semua masih minum ASI!” Yansen meludah dan tendangannya diarahkan pada kepala pemuda

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255