Bab 467

Lift terjatuh dari lantai 16, untung saja bisa berhenti di lantai tiga

III UIT

Tracy langsung berlari ke lantai satu, lalu berlari lagi ke lantai tiga. Satpam dan teknisi dari pihak manajemen suciah sampai ke tempat kejadian, mereka membuka lift dengan paksa dan menemukan Windy yang sudah pingsan.

“Windy....” Tracy yang panik ingin segera menghampirinya, tapi ditahan oleh dua orang satpam.

Dua orang satpam lainnya menggotong Windy keluar, dan ditemukan tidak ada luka pada tubuhnya.

Dengan cepat, pihak medis pun tiba di lokasi, lalu membawa Windy dan Tracy ke rumah sakit.

Tracy menggenggam tangan Windy dengan crat di sepanjang perjalanan, dan terus memberi tahu dirinya bahwa semuanya akan baik–baik saja....

Sesampainya di rumah sakit, dokter pun segera melakukan pemeriksaan, setelah itu dia memberi tahu Tracy. “Pasien hanya pingsan karena terkejut, tidak ada masalah apa pun, dia akan pulih setelah beristirahat.”

bisa menghela napas lega, begitu juga

“Manajer William, kenapa lift bisa mengalami kerusakan seperti ini? Untung saja lift berhenti

Nona Tracy tenang.” Manajer berusaha menjelaskan, “Kami melakukan pemeriksaan lift setiap hari, biasanya semua baik–baik saja, tapi hari ini tiba–tiba terjadi hal seperti ini, kami juga merasa ada yang aneh dan sudah memerintahkan orang

apa yang dikatakan lawan bicaranya,

dia pun menyudahi panggilan itu, lalu berbalik dan berbicara pada Tracy, “Kami menemukan ada orang yang sengaja merusaknya, hingga mengakibatkan kerusakan lifi, kami sudah melaporkannya

lainnya? Atau hanya lift itu

semuanya berjalan normal, yang mengalami kendala hanya lift di tempat kalian saja,” ujar

“Apa menargetiku?”

merasa merinding, dia tiba–tiba ingat, sebelum Windy pergi, Roxy terus berteriak ‘orang jahat, orang jahat, sepertinya ia menyadari sesuatu yang mencurigakan masuk ke

dan sedang memperingatkan

mengatai Windy dan

itu dengan hati–hati, “Keseluruhan ruangan di bangunan kalian sudah dibeli oleh Presclir Daniel, sekarang hanya keluarga kalian yang tinggal di sana yang tinggal di clepan

ada aku di rumah,” ujar Tracy menganalisisnya dengan rinci, “Biasanya juga tidak ada orang yang datang mengunjungiku, kalau bukan Windy yang tiba–tiba datang mengunjungiku hari ini, maka hanya

takut, “Bukan, masih ada anak–anak. Kalau Windy tidak datang dan aku tidak keluar, maka sepulang sckolah, anak–anak pasti akan masuk

segera menelepon Carlos, tapi anehnya sama sckali

The Novel will be updated daily. Come back and continue reading tomorrow, everyone!

Comments ()

0/255